"𝗩𝗘𝗟𝗢𝗥𝗔" 𝗔𝗷𝗮𝗻𝗴 𝗣𝗲𝗻𝗱𝗮𝗱𝗮𝗿𝗮𝗻 𝗗𝗮𝗹𝗮𝗺 𝗠𝗣𝗟𝗦 𝗦𝗠𝗔 𝗡𝗲𝗴𝗲𝗿𝗶 𝟭 𝗣𝗮𝘁𝗶𝗮𝗻𝗿𝗼𝘄𝗼 𝟮𝟬𝟮𝟲.

"𝙑𝙞𝙨𝙞𝙤𝙣, 𝙀𝙭𝙨𝙥𝙚𝙧𝙞𝙚𝙣𝙘𝙚, 𝙇𝙚𝙖𝙙𝙚𝙧𝙨𝙝𝙞𝙥, 𝙊𝙥𝙩𝙞𝙢𝙞𝙨𝙢𝙚, 𝙍𝙚𝙨𝙥𝙤𝙣𝙨𝙞𝙗𝙞𝙡𝙞𝙩𝙮, 𝘼𝙢𝙗𝙞𝙩𝙞𝙤𝙣"


Nganjuk LintasNasional99.com - Mamasuki tahun ajaran baru 2026/2027, dunia pendidikan kembali memggrlar MPLS(masa pengenalan lingkungan sekolah) tahun 2026.Hal ini merupakan agenda tahunan yang selalu siswlengharam lembaga pendidikan mulai sekolah Dasar hingga sekolah menengah baik swasta maupun negeri. Kegiatan yang dititik beratkan pada pengenalan lembaga kepada murid baru guna menunjang proses belajar mengajar. 

SMA Negeri 1 Patianrowo Kabupaten Nganjuk salah satu lembaga pendidikan dibawah naungan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur yang saat ini sedang menyelenggarakan kegiatan tersebut. Pada pelaksanaan MPLS 2026, SMA Negeri 1 Patianrowo menerima sebanyak 396 siswa baru yang terbagi dalam 11 rombongan belajar (rombel). Jumlah tersebut telah disesuaikan dengan daya tampung sekolah dan ketentuan yang ditetapkan oleh Dinas Pendidikan.

Dalam siaran persnya kepala SMAN 1 Patianrowo Jainul Munadir, M.Pd menyampaikan bahwa seluruh tahapan menyambut MPLS ,penerimaan peserta didik baru dilakukan berdasarkan ketentuan yang berlaku, mulai dari proses pendaftaran, seleksi, hingga pengumuman hasil 𝗽𝗲𝗻𝗲𝗿𝗶𝗺𝗮𝗮𝗻. 


"Seluruh proses MPLS  Dengan tema VELORA yaitu Vision, Exsperience, Leadership, Optimism, Responsibility, Ambition dilaksanakan secara prosedural, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Sekolah berkomitmen memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh calon peserta didik sesuai aturan yang berlaku"jelas Jainul Munadir.

Kepala SMAN 1 Patianrowo menambahkan , keterbukaan informasi menjadi salah satu prinsip utama dalam pelaksanaan MPLS. Oleh karena itu, seluruh informasi terkait persyaratan, jadwal, jalur penerimaan, hingga hasil seleksi dapat diakses oleh masyarakat sesuai mekanisme yang telah ditentukan.


Kegiatan dan pelaksanaan MPLS 2026 di SMA Negeri 1 Patianrowo juga tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk  panitia penerimaan, tenaga pendidik, orang tua siswa, serta masyarakat yang turut mengawal proses agar berjalan dengan baik.


Sementara itu , pembekalan materi yang disampaikan secara interaktif oleh para dewan guru, dianggap sebagai metode efektif dalam meningkatkan motivasi dan pemahaman siswa dalan menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan. 


Cegah Bullying hingga Suap Teman, Cara Unik SMA  1 Negeri Patianrowo Tanamkan Antikorupsi Sejak MPLS
Memasuki hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2026/2027, SMAN1 Negeri  Patianrowo mengusung konsep berbeda.Tak sekadar mengenalkan gedung sekolah, MPLS kali ini fokus memperkuat pendidikan karakter, mendorong pembiasaan positif, serta menanamkan nilai antikorupsi dan pencegahan perundungan (bullying) sejak dini.

Kepala SMAN 1 Patihanrowo mengatakan bahwa MPLS tahun ini dirancang lebih menyeluruh, tidak hanya fokus pada orientasi sekolah, tetapi juga memperkuat sinergi antara sekolah, orang tua, dan lingkungan sekitar.

Kegiatan yang berlangsung sejak pagi tersebut dikemas secara humanis demi membentuk karakter pelajar yang disiplin, taat hukum, serta mampu menghindari berbagai bentuk kenakalan remaja.

"Dalam penyuluhan itu para siswa mendapatkan materi mengenai kenakalan remaja, ketertiban di sekolah, bahaya perundungan (bullying). Para pelajar tidak boleh mudah terpengaruh pergaulan bebas maupun tindakan yang melanggar hukum" tuturnya

Pihak sekolah berkomitmen agar lingkungan baru ini menjadi tempat yang suportif tanpa adanya senioritas yang menakutkan.

"Kami ingin siswa merasa nyaman, aman, dan bangga berada di sekolah barunya. MPLS ini kami desain bukan hanya menyenangkan, tetapi juga mendidik dan membangun karakter sejak hari pertama,” ungkap Bambang.

Ada pemandangan menarik di gerbang sekolah saat jam pulang. Orang tua murid baru turut dilibatkan aktif dengan cara menjemput langsung anak-anak mereka di gerbang sekolah, sekaligus berinteraksi langsung dengan para guru dan staf untuk membangun kedekatan emosional."Kami membuka ruang konsultasi dan mendengarkan masukan dari orang tua. Jika anak merasa tidak nyaman, mereka bisa langsung melapor melalui layanan Bimbingan Konseling (BK),” jelas Bambang.

Selain itu, sekolah juga menerapkan tujuh pembiasaan baru seperti tidur dan bangun lebih awal, menjaga kerapian, serta kedisiplinan. Menariknya, materi antikorupsi disisipkan melalui contoh sederhana di kehidupan sehari-hari, salah satunya melarang kebiasaan "menyuap teman" agar terhindar dari teguran guru.

Korupsi bisa berawal dari hal kecil. Maka sejak dini, anak-anak kami edukasi agar tumbuh menjadi pribadi jujur dan bertanggung jawab.(£my.sr