Kenakan Busana Adat Jawa, Kepala BPS Kota Blitar Hadiri Upacara Hari Lahir Pancasila 2026


Blitar,Lintasnasionall99.com – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Blitar, Hanung Pramusito, turut hadir secara khidmat dalam upacara peringatan Hari Lahir Pancasila yang digelar di Alun-alun Kota Blitar, Senin (1/6/2026). Dalam momen bersejarah ini, Hanung tampil istimewa mengenakan busana adat Jawa lengkap, menyiratkan semangat melestarikan budaya sekaligus menghormati nilai-nilai luhur bangsa.
 
Upacara tahun ini mengusung tema besar “Pancasila Pemersatu Bangsa, Pondasi Perdamaian Dunia”, sejalan dengan pedoman resmi dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila, yang menegaskan kembali kedudukan Pancasila sebagai dasar negara dan perekat persatuan seluruh rakyat Indonesia.
 
Di deretan jajaran Forkopimda , Anggota DPRD ,Seluruh Kepala Dinas OPD dan Camat tokoh masyarakat, Hanung Pramusito  tampak mengikuti seluruh rangkaian acara dengan penuh perhatian. Penggunaan pakaian adat Jawa yang dipadukan dengan semangat kebangsaan ini menjadi pesan nyata bahwa keberagaman budaya adalah kekayaan yang bersatu dalam bingkai Pancasila.
 
“Mengenakan pakaian adat hari ini adalah cara sederhana namun bermakna untuk menunjukkan bahwa budaya dan nilai luhur daerah merupakan bagian tak terpisahkan dari jati diri bangsa. Di Blitar, tanah kelahiran Bung Karno, kami ingin menegaskan: Pancasila tumbuh dari akar budaya Nusantara, dan budaya kita pun hidup serta tumbuh di bawah naungan Pancasila,” ujar Hanung usai acara.
 
Ia menambahkan, peringatan 1 Juni bukan sekadar seremonial, melainkan momen untuk merenung kembali gagasan besar yang pernah dicetuskan Bung Karno. Pancasila bukan hanya teori, melainkan pedoman hidup yang menyatukan berbagai suku, agama, dan adat istiadat di Indonesia, bahkan menjadi contoh nilai damai bagi dunia.
 
“Sebagai warga Blitar, kami punya tanggung jawab lebih untuk menjaga, mengamalkan, dan menyebarkan semangat Pancasila. Tema tahun ini sangat tepat: Pancasila pemersatu dan pondasi perdamaian. Di sini, dari Alun-alun Blitar, kami terus berkomitmen mengamalkannya dalam tugas dan kehidupan sehari-hari,” tegasnya.
 
Upacara ditutup dengan doa bersama dan harapan agar semangat persatuan terus terpelihara, menjadikan Pancasila selalu hidup dan nyata di hati setiap warga negara Indonesia.(tri)