DINAS PUPR IKUT MEMERIAHKAN BOYONG PROJO BERSERTA SEDEKAH BUMI ANJUK LADANG KOTA NGANJUK 2026.


Nganjuk.LINTAS NASIONAL99.com 
Sabtu- 06-06-2026 .Dinas PUPR  juga ikut serta memeriahkan jalannya  boyong projo dan sedekah bumi  yang diawali arak-arakan dari prosesi dari alun-alun brebek  sampai dengan stadion ANJUK ladang lanjut sampai pendopo sosrokoesoemo.

Ratusan kendaraan tradisional memadati jalur bersejarah dari Alun-Alun Berbek menuju Pendopo KRT Sosrokoesoemo dalam prosesi budaya Kirab Boyong dan Sedekah Bumi Hambangun Projo yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Nganjuk, Sabtu.

Prosesi kirab dipimpin langsung oleh Bupati Nganjuk Dr. Drs. H. Marhaen Djumadi, S.E., S.H., M.M., M.B.A. bersama Wakil Bupati Trihandy Cahyo Saputro, S.T., dengan menempuh rute dari Alun-Alun Berbek menuju Pendopo KRT Sosrokoesoemo Nganjuk.

Kirab Boyong ini menjadi momentum untuk mengenang sejarah, memperkuat nilai gotong royong, kebersamaan, serta menanamkan kecintaan terhadap budaya kepada generasi muda,” ujarnya.

Ribuan warga memadati sepanjang jalur kirab dalam peringatan Boyong Nayoko Projo dan Sedekah Bumi Hambangun Projo  Sabtu (06/06/2026). Kegiatan yang menjadi agenda budaya tahunan Pemerintah Kabupaten Nganjuk tersebut berlangsung meriah dan penuh makna sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah perpindahan pusat pemerintahan dari Berbek ke Nganjuk yang telah berlangsung 146 tahun silam

Parade diawali oleh mobil Patwal Satlantas sebagai pembuka jalan, disusul Kereta Pusaka yang menempati barisan terdepan kirab. Di belakangnya, rombongan utama yang membawa Bupati Nganjuk Dr. Drs. H. Marhaen Djumadi, S.E., S.H., M.M., M.B.A., Wakil Bupati Trihandy Cahyo Saputro, S.T., jajaran Forkopimda, serta pimpinan DPRD   dan dinas"Kabupaten Nganjuk tampil menggunakan dokar utama.


Tidak hanya itu, peringatan Boyong Nayoko Projo tahun ini juga dimeriahkan dengan penampilan beragam seni dan budaya dari seluruh kecamatan di Kabupaten Nganjuk. Para peserta menampilkan pakaian adat, tarian tradisional, kesenian rakyat, hingga berbagai kreasi budaya yang mencerminkan kekayaan warisan leluhur daerah.


Suasana semakin semarak ketika 51 armada becak hias turut memasuki jalur parade. Armada tersebut terdiri dari 20 becak K3S Kota Nganjuk, 15 becak K3S Berbek, dan 16 becak K3S Loceret yang tampil dengan beragam ornamen khas daer


Selain kirab budaya, masyarakat juga disuguhkan tradisi Sedekah Bumi Hambangun Projo yang menghadirkan berbagai hasil pertanian unggulan Kabupaten Nganjuk. Gunungan yang berisi aneka sayur-sayuran, buah-buahan, padi, jagung, bawang merah, dan hasil bumi lainnya menjadi simbol rasa syukur masyarakat atas berkah dan hasil panen yang melimpah.


Menurutnya, pelestarian budaya lokal menjadi salah satu pondasi penting dalam memperkuat identitas daerah di tengah perkembangan zaman. Melalui kegiatan budaya seperti Kirab Boyong Hambangun Projo, masyarakat diajak untuk semakin mencintai sejarah dan budaya daerahnya sendiri.

“Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi sarana edukasi sejarah sekaligus memperkuat persatuan masyarakat. Dengan menjaga budaya dan tradisi yang ada, kita turut menjaga jati diri Kabupaten Nganjuk agar tetap lestari dan dikenal luas oleh generasi mendatang,” tambahnya.


Antusiasme masyarakat terlihat sepanjang jalur kirab. Ribuan warga menyaksikan iring-iringan kendaraan tradisional yang menjadi simbol perjalanan sejarah perpindahan ibu kota kabupaten dari Berbek menuju Nganjuk.

Melalui Kirab Boyong dan Sedekah Bumi Hambangun Projo, Pemerintah Kabupaten Nganjuk berharap nilai-nilai sejarah, budaya, serta semangat persatuan yang diwariskan para leluhur dapat terus terjaga dan menjadi kebanggaan masyarakat hingga generasi mendatang


Puncak kemeriahan terjadi saat gunungan hasil bumi dibagikan kepada masyarakat. Ratusan warga tampak antusias berebut hasil bumi yang diyakini membawa berkah, kemakmuran, serta harapan akan panen yang semakin baik di masa mendatang.(£my.sr)