Nganjuk LintasNasional99 - Sebanyak 64 personel Polres Nganjuk yang merupakan calon maupun pemegang senjata api (senpi) organik Polri menjalani pemeriksaan kesehatan dan psikologi di Aula Tantya Sudhirajati Polres Nganjuk, Kamis (9/4/2026).
Pemeriksaan ini meliputi tes fisik, tes urin, serta Tes MMPI (Minnesota Multiphasic Personality Inventory) sebagai syarat dalam pengajuan izin pinjam pakai senpi sesuai pedoman dan mekanisme yang berlaku di lingkungan Polri.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk pengawasan dan pengendalian terhadap penggunaan senpi organik Polri, guna memastikan bahwa setiap personel yang memegang senjata api benar-benar memenuhi standar kesehatan jasmani dan rohani serta memiliki stabilitas psikologis yang baik.
Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan, S.H., S.I.K., M.I.K., menegaskan bahwa pemeriksaan ini merupakan langkah preventif untuk menjamin keamanan dalam penggunaan senpi oleh anggota.
“Pemeriksaan ini sangat penting untuk memastikan bahwa setiap personel yang memegang senjata api dalam kondisi sehat secara fisik maupun mental, sehingga dapat digunakan secara profesional, proporsional, dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan dapat meminimalisir potensi penyalahgunaan senpi serta meningkatkan disiplin dan profesionalisme anggota Polri dalam menjalankan tugas di lapangan.
Di lapangan, personel mengikuti serangkaian tahapan pemeriksaan mulai dari pengecekan kondisi kesehatan umum, tes urin untuk mendeteksi penyalahgunaan zat terlarang, hingga tes MMPI yang bertujuan untuk mengukur aspek kepribadian dan kesehatan mental anggota.
Ketua Tim Biddokkes Polda Jatim, Iptu dr. Galih Bayu Prakoso, menjelaskan bahwa pemeriksaan ini dilakukan secara menyeluruh untuk menilai kelayakan personel dalam memegang senjata api.
“Pemeriksaan meliputi tes fisik untuk melihat kondisi kesehatan umum, tes urin guna memastikan tidak adanya penyalahgunaan narkoba, serta tes MMPI untuk menilai stabilitas emosi, kepribadian, dan potensi gangguan psikologis. Tujuannya agar senjata api hanya dipegang oleh personel yang benar-benar layak dan tidak berpotensi menimbulkan risiko,” jelasnya.
Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan pengawasan internal serta menjamin penggunaan senpi organik Polri tetap sesuai prosedur, demi menjaga keamanan dan kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri. (acha/doc.rilis/£my.sr)


