Nganjuk-LintasNasional99.com
Senin, 25-mei-2026
Tradisi Bersih Desa atau yang lebih dikenal dengan sebutan Nyadran masih lestari dan terus dijaga kelestariannya di sejumlah wilayah Provinsi Jawa Timur. Salah satunya dilaksanakan meriah oleh warga Dusun Gempol, Desa Ngringin, Kecamatan Lengkong, Kabupaten Nganjuk, pada Senin (25-5-2026).
Acara tahunan ini menjadi bukti nyata bahwa nilai-nilai adat istiadat Jawa masih hidup di tengah masyarakat, di tengah gempuran modernisasi yang perlahan mengikis sebagian tradisi serupa di tempat lain.
Kepala Desa Ngringin, Ika Agustina, menjelaskan bahwa Nyadran merupakan agenda rutin tahunan yang memiliki makna mendalam bagi warga. Menurutnya, kegiatan ini bukan sekedar seremonial, melainkan wujud rasa syukur bersama kepada Tuhan Yang Maha Esa sekaligus upaya menjaga warisan leluhur agar tidak hilang tertelan zaman.
Acara Nyadran ini kami laksanakan setiap tahun. Tujuannya selain mengumpulkan rasa syukur, juga untuk melestarikan budaya dan kearifan lokal yang harus kita jaga bersama sebagai bagian dari peninggalan para pendiri desa ini,” ujar Ika saat memberikan keterangannya.
Perayaan Nyadran tahun ini berlangsung meriah dan dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, mulai dari jajaran Pemerintah Desa Ngringin, unsur Forum Pimpinan Kecamatan (Forpincam) Lengkong, tokoh masyarakat, hingga Wakil Bupati Nganjuk, Try Handy. Rangkaian acara diawali dengan arak-arakan meriah yang diisi penampilan drumband dari para siswa Sekolah Dasar serta atraksi barongsai yang memikat perhatian warga yang menyaksikan sepanjang jalan.
Sejak pagi hari, masyarakat tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan
Warga bersama perangkat desa bergotong royong mempersiapkan acara, mulai dari penataan lokasi hingga prosesi adat yang menjadi bagian dari tradisi turun-temurun tersebut.
Prosesi adat Rombongan kemudian bergerak mengunjungi tiga lokasi sakral atau yang dikenal sebagai punden di wilayah desa tersebut, yakni Punden Gempol, Punden Ngringin, dan Punden Sumberejo. Lokasi ketiga ini diyakini oleh masyarakat setempat sebagai tempat bersejarah, yaitu cikal bakal atau tempat awal pembukaan dan pendirian Desa Ngringin pada masa lalu.
Dalam Perayaannya di Punden Dusun Gempol, Wakil Bupati Nganjuk, Try Handy, menyampaikan penghargaan yang tinggi atas terselenggaranya acara tersebut. Ia mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada panitia dan seluruh warga Desa Ngringin yang telah bekerja keras dan bersatu demi mewujudkan menjaga tradisi tersebut.
Lebih lanjut, Try Handy juga memberikan semangat dan dukungan agar tradisi ini terus dijaga dan diwariskan ke generasi mendatang. Ia menegaskan bahwa kegiatan adat seperti Nyadran merupakan kekayaan berharga yang menjadi identitas budaya Kabupaten Nganjuk.
“Tradisi ini sangat perlu dilestarikan, karena ini adalah kekayaan budaya dan kearifan lokal kita yang menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kabupaten Nganjuk. Semoga semangat kebersamaan yang terjalin dalam acara ini terus terjaga untuk kemajuan desa,” ujarnya.
Suasana semakin semarak dengan adanya hiburan dan pertunjukan seni budaya tradisional yang menghibur warga dan tamu undangan yang hadir.
Melalui kegiatan budaya tersebut, Pemerintah Desa Ngringin berkomitmen untuk terus menjaga nilai-nilai kearifan lokal sekaligus memperkuat identitas budaya masyarakat pedesaan.
Kegiatan Sedekah Bumi berlangsung aman, tertib, dan penuh kekeluargaan hingga acara selesai
Kegiatan Nyadran ini pun menjadi momen persahabatan antarwarga, sekaligus bukti bahwa Desa Ngringin menjadi salah satu benteng pelestarian budaya Jawa yang tangguh di wilayah Nganjuk(£my.sr)


