Blitar,Lintasnasional99.c0m - Pemerhati dan jajaran pengurus organisasi PERTAKINA mempertanyakan keberlangsungan sejumlah program kerja yang disebut mengalami penghentian sejak beberapa tahun terakhir. Pertanyaan tersebut mengemuka menyusul adanya dugaan bahwa roda organisasi tidak lagi berjalan sebagaimana amanat yang telah disepakati bersama.
Salah seorang pengurus, saat team redaksi wawancari by phone pada Minggu 5 Juli 2026 ,mengungkapkan bahwa sejak 2022 pihaknya memberikan kepercayaan kepada Ketua PERTAKINA, Sulistyaningsih, bersama seorang rekan bernama Fianda asal Kota Kediri untuk menjalankan berbagai kegiatan organisasi di luar daerah. Namun, menurutnya, dalam pelaksanaan tugas tersebut muncul sejumlah kejanggalan. Pengurus mengaku kesulitan memperoleh informasi maupun klarifikasi terkait berbagai kegiatan yang dijalankan karena komunikasi dengan pihak yang bersangkutan dinilai kerap tertutup.
"Yang menjadi pertanyaan kami, mengapa ketika dimintai penjelasan mengenai kegiatan organisasi justru sulit dihubungi? Padahal seluruh kegiatan tersebut merupakan amanah organisasi," ujar Cipto
Memasuki 2023, lanjutnya, pengurus menilai Ketua PERTAKINA mulai meninggalkan sejumlah program utama organisasi. Di antaranya kegiatan di BLK Komunitas, pembuatan tenun ikat, pembuatan tenun tikar, hingga pengemasan air minum dan pengembangan UMKM.
Akibat kondisi tersebut, berbagai program yang sebelumnya menjadi kegiatan rutin organisasi disebut berhenti dan tidak lagi berjalan sebagaimana mestinya.
Tak hanya itu bahwa pendiri maupun pengurus besar PERTAKINA beberapa kali berupaya mengajak Ketua PERTAKINA untuk duduk bersama guna membahas kondisi organisasi. Namun, menurutnya, ajakan tersebut tidak pernah mendapat respons yang diharapkan.
Kondisi ini memunculkan berbagai pertanyaan di kalangan pengurus. Apa penyebab berhentinya program-program PERTAKINA? Mengapa komunikasi antara pengurus dan ketua organisasi dinilai tidak berjalan? Dan kapan penjelasan resmi akan disampaikan kepada anggota serta masyarakat?
Hingga berita ini disusun, pihak Ketua PERTAKINA, Sulistyaningsih, belum memberikan keterangan maupun tanggapan atas berbagai pernyataan yang disampaikan oleh pengurus. Redaksi tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi agar pemberitaan berlangsung secara berimbang sesuai prinsip jurnalistik.(TRI)


