BERSIH DUSUN ATAU TRADISI NYADRAN DIDESA BETET KEC NGERONGGOT KABUPATEN NGANJUK 2026.


Nganjuk -LintasNasional99.com - sabtu malam 20-06 -2026  dusun bandung desa betet kecamatan NGERONGGOT kabupaten Nganjuk  mengadakan  sedekah bumi atau yang disebut dengan nyaranan  yang setiap tahun diadakan ini bentuk  uri-uri tradisi  supaya tetap eksis tidak akan punah dengan berjalannya waktu.

Pada malam hari ini  diadakan pagelaran  wayang kulit lakon Parikesit Begini Pesan Mendalam Dalang Ki Anom Dwijokangko
Momentum adiluhung ini tidak hanya sekedar menjadi tontonan hiburan malam yang meriah, tetapi juga sarat akan tutunan moral, khususnya mengenai estafet kepemimpinan dan integritas moral.

Pagelaran seni budaya wayang kulit dengan lakon "Parikesit" yang dibawakan oleh dalang kondang Ki Anom Dwijokangko sukses memikat perhatian ribuan masyarakat serta jajaran pimpinan daerah. Momentum adiluhung ini tidak hanya sekedar menjadi tontonan hiburan malam yang meriah, tetapi juga sarat akan tutunan moral, khususnya mengenai estafet kepemimpinan dan integritas moral.

​Tampak suasana panggung megah yang dihadiri oleh jajaran keluarga Hj Ruminah beserta keluarga berdiri bersama di atas panggung kehormatan di depan kelir (layar wayang). Kehadiran keluarga yang mengenakan seragam batik resmi serta busana adat ini menegaskan adanya sinergi yang kuat antara, seniman, dan masyarakat dalam nguri-uri (melestarikan) kebudayaan Jawa.

​Lakon Parikesit sendiri mengisahkan tentang perjuangan Raden Parikesit, cucu dari Arjuna, yang naik takhta menjadi Raja Hastinapura setelah perang besar Bharatayuddha selesai. Kehadirannya membawa fajar baru yang penuh harapan, keadilan, dan kemakmuran bagi rakyat yang sempat porak-poranda akibat perang.

​Dalam wejangannya di sela-sela pagelaran, Ki Anom Dwijokangko menyampaikan pesan mendalam yang sangat relevan dengan situasi kepemimpinan masa kini:

​Lakon Parikesit ini membawa pesan bahwa seorang pemimpin sejati harus lahir dari proses penempaan diri yang bersih, jujur, dan mengutamakan kepentingan rakyat di atas segalanya. Pemimpin adalah pengayom, laksana Raden Parikesit yang mampu membentuk kembali persatuan dan membawa kesejahteraan setelah masa-masa sulit, kata Ki Anom Dwijokangko. Sabtu (20/6/2026) .

Kehadiran sosok Hj. Ruminah bersama keluarga besarnya di atas panggung kehormatan menjadi simbol dukungan nyata tokoh masyarakat terhadap kelestarian adat budaya lokal. Bersih Dusun Desa Betet tahun ini terasa jauh lebih khidmat dan berkesan dengan dihadirkannya lakon Parikesit.

​Saat ditemui di sela-sela acara, Hj. Ruminah menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas terselenggaranya tradisi tahunan ini dengan aman, tertib, dan penuh gayeng.

​"Kami atas nama keluarga sangat bersyukur dan bangga melihat kerukunan warga Desa Betet malam ini. Bersih dusun ini bukan sekedar rutinitas, tetapi wujud syukur kita kepada Allah SWT atas segala limpahan berkah, keselamatan, dan hasil bumi yang berlimpah," ungkap Hj. Ruminah.

Hj. Ruminah​ menambahkan, pemilihan lakon wayang “Parikesit” karya Ki Anom Dwijokangko sangat tepat dan menyentuh sanubari. Menurutnya, pesan kepemimpinan dan keadilan dalam cerita tersebut harus diteladani oleh generasi muda di desa setempat.

​Lebih lanjut lagi, keluarga Hj. Ruminah yang malam itu kompak hadir mengenakan busana batik sarimbit serasi, berharap agar kekompakan warga Desa Betet terus terjaga. Kehadiran anak-anak hingga anggota keluarga paling muda di atas panggung (seperti yang tampak pada image.png) juga menjadi misi tersendiri untuk memperkenalkan budaya adiluhung sejak dini.

​"Sengaja kami ajak keluarga dan anak-anak, supaya mereka tahu dan mencintai budayanya sendiri. Semoga dengan bersih dusun ini, Desa Betet dijauhkan dari segala balak (musibah), warganya semakin kompak, makmur, dan rukun selamanya," tutup perparikesen

Semoga terhibur dengan suguhan hiburan sayang kuli dengan bintang tamu lusi brahman dan dodok dan komet  semoga tahun "' berikutnya bisa mendatangkan kembali  dusun bandung desa betet makmur dan sejahtera  aaminn pungkas pesan kes(£my.sr)