Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Syauqul Muhhibin: Arah Pembangunan BTC Jadi Sorotan, Ketidakhadiran Wakil Wali Kota Disayangkan

Kota Blitar,Lintasnasional99.com – Pemerintah Kota Blitar menggelar diskusi terbuka bertema “Refleksi 1 Tahun Pemerintahan Kota Blitar: Antara Harapan, Realitas, dan Tantangan Lima Tahun ke Depan”. Forum yang menghadirkan awak media, LSM, tokoh masyarakat, serta seluruh kepala OPD ini menjadi ruang evaluasi sekaligus proyeksi arah pembangunan daerah ke depan yang diselenggarakan pada Minggu 1 Maret 2026 di Area Museum Peta - Kota Blitar


Salah satu isu yang mencuat dalam sesi tanya jawab adalah terkait program strategis pembangunan BTC (Blitar Trade Center). Awak media secara lugas mempertanyakan arah dan tujuan pembangunan BTC, baik dari sisi fisik bangunan, konsep pengelolaan, hingga target ekonomi yang selama ini digadang-gadang menjadi ikon baru pertumbuhan perdagangan di Kota Blitar.


Wali Kota Syauqul Muhhibin menegaskan bahwa BTC dirancang bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan sebagai pusat penguatan ekonomi lokal yang terintegrasi. Ia menyampaikan bahwa pembangunan fisik harus selaras dengan strategi pemberdayaan pelaku UMKM, digitalisasi perdagangan, serta penciptaan ruang usaha yang representatif dan berdaya saing.


“BTC bukan hanya bangunan megah. Target kami adalah menciptakan ekosistem perdagangan baik secara Regional ,Nasional dan Internasional yang  modern, dan mampu menjadi magnet investasi,” tegasnya di hadapan peserta diskusi.


Meski demikian, sejumlah peserta forum menilai bahwa hingga satu tahun berjalan, masyarakat masih menunggu kejelasan detail roadmap, termasuk tahapan pembangunan, skema pembiayaan, dan proyeksi dampak ekonomi riil terhadap pedagang kecil. Mereka berharap pemerintah tidak sekadar menghadirkan simbol fisik, tetapi benar-benar memastikan keberlanjutan dan keberpihakan terhadap ekonomi kerakyatan.


Forum refleksi ini juga diwarnai catatan kritis atas ketidakhadiran Wakil Wali Kota Elim Tyu Samba. Beberapa peserta menyayangkan absennya sosok yang selama ini menjadi partner strategis dalam tata kelola pemerintahan lima tahun ke depan. Mengingat tema diskusi menyangkut evaluasi dan tantangan jangka panjang, kehadiran keduanya dinilai penting sebagai simbol soliditas dan komitmen kepemimpinan.


Kendati demikian, diskusi berlangsung dinamis dan terbuka. Pemerintah Kota Blitar menyatakan komitmennya untuk terus menerima masukan publik sebagai bagian dari proses penyempurnaan kebijakan.


Refleksi satu tahun kepemimpinan ini menjadi momentum penting untuk mengukur sejauh mana janji politik diterjemahkan dalam kebijakan konkret. Ke depan, publik akan menilai bukan hanya pada narasi visi dan misi, tetapi pada konsistensi eksekusi, transparansi, serta hasil nyata yang dirasakan masyarakat Kota Blitar.(tri)