Pacitan, Jatim; Musim penghujan yang senantiasa ditunggu-tunggu dan menjadi berkah para petani, juga mengandung resiko. Disamping resiko yang sifatnya natural seperti banjir, longsor dan petir, angin ibut, pohon tumbang serta lainya ada yang bersifat teknis. Resiko atau bahaya bersifat teknis itu misalnya, konrseting listrik. Apalagi, bila terjadi pengelupasan kabel atau jaringan PLN. Seperti yang dialami warga Nawangan.
Lebih tepatnya, kabel puluhan meter yang mengelupas itu berada di Dusun Blabak, Desa Mojing Kecamatan Nawangan.
Ada sekira 12 titik yang mengelupas. Sudah sekitar satu tahun terakhir
Warga khususnya RT 02 RW 03 dusun terpaksa menempuh bahaya yang paling minimal, membungkus kabel itu dengan kertas seadanya untuk menghindari arus pendek yang kemungkinan bisa merembet ke pepohonan sekitar sewaktu hujan dan sangat membahayakan warga sekitar terutama anak-anak.
Prawoto, tokoh masyarakat Nawangan yang gigih mendampingi masyarakat menyatakan, "Pernah di survey sekira tanggal 24 Desember 2025 oleh 5 orang memakai 2 mobil ke lokasi. Tapi kami kena php atau prank. Sebab sampai sekarang tidak kunjung ada perbaikan."
Manager ULP Pacitan, Dina ketika diminta klarifikasi resmi tidak memberikan jawaban. Awak media dan LSM yang mencoba menemuinya di kantor PLN, Kamis siang (12-02-2026), hanya di temui security PLN, Sugiyanto. "Biasanya ada surat dulu, di ketahui Kepala Desa bapak," tuturnya singkat.
Betapa cerobohnya PLN untuk urusan nyawa. Tetapi sangat trengginas memutus jaringan jika ada pelanggan yang telat membayar tagihan listrik sebulan dua. Apakah harus nunggu jatuh korban nyawa, kemudian viral baru diperbaiki.(red- tim)


