Pacitan LN. 99. Bagaikan mata rantai silkus kehidupan dan menjadi agenda rutin setiap tahun pada musim penghujan. Tengah kota Pacitan yang selalu mendapat pasokan air dari daerah sekitarnya yang menyebabkan volume air yang masuk ke saluran kota menjadi meluber dan menyebabkan genangan di beberapa titik.
Tentang Penanganan genangan kota Pacitan dilaksanakan oleh Dinas PUPR KabupatenPacitan. Melalui Kepala Bidang Penyehatan Lingkungan dan Air Minum (PLAM) Tonny Setyo Nugroho menjelaskan bahwa telah dilaksanakan evaluasi sistem drainase di seputaran Kota Pacitan. Dari evaluasi yang dilaksanakan tersebut, di tahun 2023 ini dilakukan eksekusi pelaksanaan di lapangan. Beberapa titik simpul saluran drainase menjadi fokus utama penanganan. Diharapkan dengan penanganan tersebut akan mengatasi genangan di kota pacitan secara bertahap. Salah satu penanganan yang dilaksanakan adalah pengerugan sedimen di Kali kunir atau saluran S Parman yang mengalir di depan Kelurahan Pucangsewu.Rencana beberapa perubahan desain penampang saluran juga dilaksanakan di beberapa saluran utama kota. Sementara itu untukmengendalikan air dari catchmen area Kawasan Nggantung Utara di kelurahan Pacitan, rencana mulai tahun 2023 ini, boozeem pacitan atau yang lebih dikenal dengan boozeem "eyang Minggir" di lakukan normalisasi. Selain berfungsi sebagai pengendali aliran air dari kawasan Nggantung, diharapkan kinerja boozem ini untukmengatasi kekeringan saat musim kemarau di area persawahan di sebelah Utara Pendopo Pacitan."Kita selalu evaluasi atas kejadian yang ada, semua perlu proses dan alhamdulillah di tahun 2023 ini kita bisa ekseskusi rencana kita dengan harapan semoga genangan air hujan atau luberan dari saluran air tidak terjadi lagi. Juga perlu kami sampaikan Terima kasih atas peran masyarakat yang ikut menjaga kebersihan saluran air yang ada"pungkas Tonny Setyo Nugroho pada awak media LN. 99 Biro Pacitan Rabu 29/03/2023.(Addy.MG)
Kontributor : Tn, ST
Editor : Gandul Asmoro


