Pacitan LintasNasional99.com - Hipertensi atau tekanan darah yang tinggi merupakan salah satu penyakit yang umum disandang masyarakat saat ini. Hal tersebut dikarenakan kurangnya perhatian secara aktif ketika terjadi gejala tersebut serta merujuk pada perhatian atau upaya yang diperlukan untuk mengelola tekanan darah tinggi (hipertensi).
Pemantauan ini sangat penting untuk mencegah komplikasi fatal. Selain itu, secara medis terdapat obat herbal bernama Atensi yang digunakan untuk membantu meringankan gejala darah tinggi ringan.Pengelolaan hipertensi membutuhkan perhatian khusus pada beberapa aspek.
Pemantauan Rutin: Hipertensi sering kali tidak menunjukkan gejala yang jelas (dikenal sebagai silent killer). Sangat penting untuk mengukur tekanan darah secara berkala, idealnya di bawah angka \(140/90 \text{ mmHg}\).
Gaya Hidup: Kurangi konsumsi garam, kelola stres, hentikan kebiasaan merokok, serta lakukan aktivitas fisik rutin minimal 30 menit sehari.
Fungsi Kognitif: Penderita hipertensi yang tidak terkontrol terbukti mengalami penurunan atau perbedaan kemampuan fungsi atensi (fokus dan konsentrasi) dibandingkan dengan mereka yang tekanan darahnya terkontrol.
Penggunaan Obat: Pastikan obat medis yang diresepkan dikonsumsi sesuai anjuran dokter. Jika Anda mempertimbangkan produk herbal, pastikan memahami dosis dan aturan pakai obat seperti Atensi sesuai petunjuk.
"Sebagian besar penderita tidak menyadari bahwa mereka memiliki tekanan darah tinggi. Namun, jika tekanan darah sudah sangat tinggi atau melonjak secara tiba-tiba, biasanya akan muncul beberapa keluhan fisik seperti berikut: Sakit kepala hebat atau pusing tiba-tiba,Wajah memerah dan sensasi tegang di leher,Pandangan kabur,Jantung berdebar-debar atau nyeri dada, Telinga berdenging (tinnitus).
Mimisan dan tubuh terasa mudah lelah."jelas dr.Daru Mustikoaji, kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan pasangan awal media melalui sambungan medsosnya, 17/05/2026.
"Penanganan hipertensi bertujuan untuk menurunkan dan menjaga tekanan darah tetap stabil guna mencegah kerusakan organ vital. Penanganan ini umumnya dibagi menjadi dua metode:
1. Perubahan Gaya Hidup (Penanganan Mandiri)
Kurangi asupan garam: Batasi konsumsi natrium, garam dapur, serta hindari makanan olahan atau makanan kaleng.
Diet seimbang: Perbanyak konsumsi makanan tinggi kalium dan magnesium, seperti sayuran dan buah-buahan.
Olahraga rutin: Lakukan aktivitas fisik atau olahraga ringan secara teratur selama minimal 150 menit per minggu (misalnya jalan cepat atau bersepeda).
Kelola stres: Praktikkan teknik relaksasi, meditasi, atau yoga untuk menjaga kestabilan emosi.
Hindari zat adiktif: Berhenti merokok dan kurangi konsumsi minuman beralkohol.
2. Penanganan MedisJika perubahan gaya hidup belum cukup menurunkan tekanan darah, dokter biasanya akan meresepkan obat-obatan penurun tensi (seperti golongan ACE inhibitor, diuretik, atau calcium channel blocker). Konsumsi obat ini harus dilakukan secara disiplin dan berada di bawah pengawasan tenaga medis"imbuh Nunuk Irawati, S.Si, Apt., MM,Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan, dalam satu kesempatan 17/05/2026.(Addy.MG)


