Menjelang Ramadhan, Budaya Lokal Warga Dusun Pringkuku Laksanakan Resik Kubur

Pacitan LintasNasional99.com - Budaya atau tradisi merupakan ikatan kuat yang tidak tertulis. Namun demikian keberadaanya merupakan tali yang kuat antar warga masyarakat. Budaya ini tercipta secara turun temurun ratusan tahun yang lalu sehingga menciptakan keharmonisan pada lingkungan masyarakat. 

Seperti halnya momen menjelang Ramadhan tahun 2026 ini, masyarakat Dusun Pringkuku desa Pringkuku Kecamatan Pringkuku Kabupaten Pacitan Jawa Timur melaksanakan kegiatan gotong royong membersihkan area pemakaman di lingkungan TPU Sambeng pada Minggu 18/01/2026.Bahasa keren dari kegiatan ini menggunakan bahasa ibu atau bahasa lokal orang Jawa dengan menyebut budaya resik kubur. 


Ratusan warga masyarakat ikut ambil bagaian dalam kegiatan ini.Lokasi tempat pemakaman umum Beji/Sambeng sebagai tempat kegiatan resik kubur bukan tanpa alasan, karena mayoritas warga Dusun Pringkuku memakamkan keluarganya di TPU ini, "Lokasi ini merupakan tempat pemakaman umum yang mayoritasnya adalah keluarga besar masyarakat Dusun pringkuku sejak ratusan tahun yang lalu meskipun ada juga dari wilayah di luar Dusun Pringkuku.Tetapi bukan itu tujuan utamanya, namun rasa ke gotong royongan dan sebagai ajang silahturahmi antar warga yang diutamakan. Dengan adanya kegiatan resik kubur ini warga Dusun Pringkuku mulai RT 01 sampai dengan  RT. 06 dapat saling bertemu, sehingga interaksi antar warga tercipta.Yang jelas dalam momen menyambut Ramadhan tahun ini, dengan kegiatan resik kubur ini ada hal yang tersirat, yaitu kita harus bersih sehingga dalam menjalankan ibadah puasa akan lebih nyaman" kata Andi Purwanto kepala Dusun Pringkuku disela sela kegiatan resik kubur, Minggu 18/01/2026.

Dengan bermodalkan alat seadanya seluruh warga yang hadir langsung membersihkan area makam dengan suka cita dengan semangat gotong royong.Kegiatan yang hanya berlangsung sekitar 90 menit itu mencerminkan betapa guyubnya masyarakat Dusun Pringkuku."Agenda seperti ini sudah berjalan ratusan tahun, dengan hanya menyebarkan informasi melalui group group whatsapp yang ada di lingkungan dusun dan RT seluruh masyarakat langsung bergerak dengan membawa alat sederhana seperti  cangkul, sabit, thothol(alat pengait rumput) gancu area makam bersih dalam waktu sekejab"pungkas Andi.


Keberadaan komplek pemakaman umum Beji/Sambeng biasanya akan ramai dikunjungi keluarga almarhum/almarhumah pada momen momen menjelang Ramadhan dan menjelang hari raya idul fitri. Bahkan para peziarah tidak hanya dari warga lokal melainkan banyak yang datang dari luar kota bahkan luar pulau(Gandul Asmoro)