Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan Menyikapi "KASUS H3N2 Subclade K" Anjurkan PBHS

Pacitan LintasNasional99 - Maraknya pemberitaan terkait penyakit varian/jenis influenza baru yang lebih dikenal dengan istilah super influenza membuat masyarakat dilanda kegelisahan.Namun demikian pemerintah Indonesia khususnya Pemerintah Kabupaten Pacitan melalui Dinas Kesehatan tiada henti hentinya melakukan kampanye atau sosialisi terkait penyakit tersebut, dengan tujuan masyarakat akan merasa tenang dan nyaman. 

Hasil Surveilans Global (hingga akhir 2025)
Situasi global menunjukkan dinamika influenza yang masih berlangsung. 
Berdasarkan hasil surveilans global hingga akhir 2025, virus influenza terus mengalami perubahan genetik, termasuk munculnya subclade K yang oleh sebagian pihak disebut sebagai *superflu*

Subclade K virus influenza A(H3N2) telah terdeteksi di beberapa negara Asia, termasuk Tiongkok, Korea Selatan, Jepang, Singapura, dan Thailand sejak pertengahan 2025 (Kemenkes RI)


"Tren kasus sudah  menurun dalam dua bulan terakhir.Di Indonesia situasi influenza A(H3N2) subclade K hingga akhir Desember 2025 masih dalam kondisi terkendali dan tidak menunjukkan peningkatan tingkat keparahanIstilah superflu tidak berarti virus ini lebih mematikan, namun menunjukkan perubahan genetik yang perlu dipantau secara ketat memperkuat pentingnya kewaspadaan dan pemantauan dini, bukan kepanikan" jelas dr. Daru Mustikoaji, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan, Rabu 07/01/2026  melalui sambungan medsosnya. 

Berdasarkan laporan dari BBLKM Surabaya didapatkan hasil sebanyak 23 kasus Influenza tipe A subvarian H3N2 subclade K dengan rincian : 
1. Jatim (18 kasus, 78,3%)
2. Bali (2 kasus, 8,6%)
3. NTT (2 kasus, 8,6%)
4. NTB (1 kasus, 4,3%)

Adapun  rincian pasien sebagai berikut :
1. Jenis kelamin : perempuan 9 (50%), laki-laki 9 (50%)
2. Usia : 0-5 th : 3 (16,7%) 6-14 th : 7 (38,9%) 15-24 th : 7 (38,9%) 25-44 th : 1 (5,6%)
3. Jumlah pasien September : 1 Oktober: 2 November: 15
Adapun kondisi kasus di Kabupaten Pacitan masih belum adanya kasus dengan gejala mengarah ke 𝐒𝐮𝐩𝐞𝐫𝐟𝐥𝐮


Adapaun Upaya yang telah dilakukan Dinas Kesehatan
1. Memantau perkembangan kasus 
2. Melakukan koordinasi dengan Kemenkes dan BBLKM Surabaya terkait pemeriksaan kasus
3. Melakukan update refreshing kepada petugas terkait kasus ispa/pneumonia/influenza 
4. Memantau aplikasi Sistem Kewaspadaan Dini & Respon (SKDR) mingguan dan memantau pelaporan hasil pemeriksaan spesimen di aplikasi NAR
5. Memberikan edukasi/promosi kepada masyarakat tentang etika batuk dan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) karena efektif mencegah paparan influenza. Khusus penggunaan masker, sangat dianjurkan. Saat mobilitas, sebaiknya menghindari kerumunan, terutama dalam ruangan tertutup.  Pencegahan spesifik berupa vaksin influenza, diindikasikan terutama pada individu imunokompromize dan balita. Vaksin influenza trivalen (mengandung komponen dari dua galur subtipe A dan satu galur subtipe B), efektif mencegah penularan. Karena potensi evolusinya tinggi, vaksin influenza harus diperbarui setiap tahun. 


"PHBS(pola hidup bersih dan sehat" adalah langkah yang paling tepat untuk menjaga stamina tubuh dan menghambat perkembangan virus ini. Untuk itu kami berharap untuk seluruh masyarakat agar meningkatkan kebiasaan pola hidup bersih dan sehat, dengan demikian stamina dan kondisi tubuh selalu dalam keadaan prima" pungkas dr. Daru.(Addy.MG)